Anatomi Helm Sepeda Motor

Sudahkah kamu tau tentang anatomi helm sepeda motor? Ditilik dari per-Undang-Undangan-an pemakaian helm sudah diatur sedemikian rupa dan sudah jadi hal wajib untuk dikenakan, pun soal denda pelanggaran jika tidak memakai helm saat berkendara. UU yang dimaksud adalah UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal berapa? Ayo kami beri kamu PR untuk cari tau.

Dan berikut adalah anatomi helm dengan bahasa yang sudah di-sederhanakan

  1. Cangkang Luar (Outer Shell). Bagian ini biasanya jadi bagian yang menarik ditilik dari sisi desain saat pengguna hendak membeli. Bahan yang digunakan mulai teknologi tinggi bernama Kevlar, Karbon Fiber hingga Polycarbonate dan bentukan plastik atau kombinasi dari seluruh material tersebut. Tugasnya menjadi garda terdepan saat terjadi benturan, baik keras maupun lembut.
  2. Liner Penyerap Benturan (Impact Absorbing Liner). Letaknya ada setelah cangkang luar dan punya tugas penting dalam menyerap benturan saat terjadi kecelakaan. Pemakaian helm yang salah jelas akan mengkondisikan otak yang seperti jelly bergerak tidak beraturan dan bisa berimbas pada luka dalam parah.
  3. Lapisan Padding (Padded Comfort Layer). Bagian ini bertugas memberi kenyamanan pemakaian helm di kepala dengan adanya kain yang dapat menyerap keringat serta menjaga dalam kepala tetap sejuk. Tidak ada salahnya mencoba kelembutan bagian ini saat kamu membeli helm.
  4. Sistem Pengikat/Pengikat Dagu (Chin Strap). Pengikat ini punya beberapa jenis dan yang paling efektif menempatkan helm tetap di kepala ada pengikat model D-Ring. Cara ikat yang tepat adalah dengan mengaturnya dua jari di bawah dagu dan pastikan terkunci (klik) saat menggunakan ikatan jenis Buckle.
  5. Ventilasi. Agak tricky. Beberapa helm justru hanya memberikan aksen ventilasi saja tanpa fungsi. Kenali jumlah ventilasinya agar kamu terbantu dalam pertukaran udara yang mungkin pengap saat berkendara. Beberapa tipe punya sistem buka-tutup untuk ventilasi ini.
  6. Kaca (Visor). Visor berbahan dasar Polycarbonate dan tidak akan patah saat ditekuk atau diinjak sekalipun. Pada saat benturan jika pemakaian helm di luar standar misal dengan visor plastik bisa dipastikan serpihan atau pecahannya dapat menjangkau dan melukai mata.
  7. Busa Pipi (Cheek Pads). Area yang dapat dilepas-pasang ini jadi elemen pemberi kenyamanan bagi pengguna. Pastikan ketebalannya sudah sesuai dengan ukuran kepala karena ketidaksesuaian ukuran dapat membuat pengguna tidak nyaman dan justru sia-sia meski helm yang dibeli adalah helm mahal.

Nah coba sekarang lihat kembali helm kamu apakah sudah memenuhi kriteria, khususnya SNI agar bisa aman dipakai berkendara, yuk #naikmotorpakaihelm sebagai tanda kamu #NyetirLebihBaik. (jess) | Foto : Motorcycle Legal Foundation

One thought on “Anatomi Helm Sepeda Motor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.