Tips Pemotor Berada di Sekitar Kendaraan Besar

Kita kembali dikejutkan (lagi-lagi) oleh berita kecelakaan lalu lintas. Berita yang seperti tanpa putus menjadi bahan laman utama mayoritas pemberita. Kemarin (Minggu, 29/12), sebuah truk diberitakan menabrak dua pemotor di Jakarta Timur, tepatnya di underpass Pasar Gembrong yang dikenal ramai. Satu pemotor diberitakan tewas seketika terlindas sementara satu lagi diberitakan selamat.

Terlepas siapa benar siapa salah karena harus melewati serangkaian reka adegan di pengadilan, pemotor dihadapkan kepada sebuah skenario atau strategi ketika berada dekat dengan kendaraan besar. Apa-apa saja yang harus diperhatikan, berikut adalah tips menghadapi kendaraan besar bagi pemotor.

  1. Peka Terhadap Lingkungan dan Situasi Jalan
    Caranya bisa dengan memetakan kendaraan-kendaraan yang berada di sekitar pemotor melalui kaca spion, ingat bahwa spion jadi alat bantu pemotor untuk melihat situasi sekeliling. Pemetaan dilakukan secara aktif dengan memperhitungkan bahaya apa saja yang mungkin timbul (defensive driving).
  2. Berhitung dengan Risiko
    Saat melihat di belakang ada kendaran besar maka melajulah lebih cepat untuk meninggalkan kendaraan tersebut. Saat melihat di depan ada kendaraan besar maka pilih lajur jalan yang paling aman jika ingin mendahului. Perhatikan bidang dan kontur jalan apakah ada genangan atau lubang yang berpotensi membuat sepeda motor oleng.
  3. Dahului Jika Aman. Mundur Jika Ragu
    Ragu-ragu bisa jadi senjata mematikan dalam membuat keputusan di jalan raya. Jika lajur terpantau aman maka putuskan keputusan terbaik dan jika ingin mendahului bunyikan klakson sebagai penanda bahwa kita sedang ada di sekeliling truk. Jangan membuat pergerakan mendadak di sekeliling truk niscaya truk tidak akan mampu mengantisipasi.
  4. Keterbatasan Bidang Pandang Truk
    Sepeda motor itu kecil dan jadi objek paling rentan di jalan raya. Berada satu meter di hidung truk saja pengemudi tidak akan mampu melihat keberadaan pemotor. Jika ingin bisa terpantau posisikan sepeda motor agar bisa terlihat di mata pengemudi. Lihat kaca spion truk apakah terlihat pengemudi nya atau tidak, jika terlihat maka pengemudi juga bisa melihat pemotor.
  5. Kendaraan Tidak Akan Bisa Berhenti Saat Itu Juga
    Meski punya rem yang digadang oke tapi pengereman mendadak tidak serta merta membuat kendaraan berhenti seketika. Ada momentum atau daya dorong kendaraan dari belakang yang berperan mendorong kendaraan ke depan saat terjadi pengereman.

Jadi pemotor kudu bijak dan awas saat berada di sekitar kendaraan besar. Melihat dan terlihat jadi kunci utama keselamatan karena ke-hati-hatian saja tidak cukup dan harus dibarengi dengan prosedur berkendara yang benar, demi #NyetirLebihBaik. (jess) | Foto : Metro Sindonews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *