Apa Yang Harus Dilakukan Saat Mobil Tergulung Banjir?

Petaka mobil hanyut jadi headline paska kejadian banjir besar di awal tahun 2020 ini. Merk-merk mobil terkenal pun jadi viral karena tak sanggup lagi bertahan di derasnya arus banjir bahkan dengan situasi di tengah perumahan si empunya kendaraan sendiri.

Daya angkat air saat berada dalam volume besar praktis dapat mengalahkan objek berat sekalipun seperti kendaraan roda empat. Jika sedang parkir dalam keadaan kosong dan ada potensi menghanyutkan kendaraan maka jangan coba-coba untuk menyelamatkan kendaraan karena justru memperbesar risiko celaka.

Selamatkan Diri Terlebih Dahulu

Lalu bagaimana jika kejadiannya saat pengemudi berada di dalam kendaraan? Berikut tips evakuasi diri dari potensi terbawa arus banjir besar.

  1. Tidak Panik. Seluruh prosedur keamanan dan keselamatan dimanapun selalu di awali dengan ajakan “TIDAK PANIK”. Ini karena sifat “panik” itu sendiri yang akan merusak daya pikir akal sehat seseorang. Maka, jangan panik dan tetap tenang untuk berpikir jernih.
  2. Hindari Membuka Pintu. Ini karena potensi air akan semakin mudah masuk ke dalam tubuh kendaraan dan kendaraan akan lebih cepat tenggelam terbawa arus.
  3. Nyalakan Komunikasi. Contohnya seperti klakson untuk menarik atensi orang-orang di luar kendaraan untuk bereaksi memikirkan bantuan.
  4. Lepas Sabuk Pengaman Saat Hendak Memutuskan Bergerak. Pemakaian seatbelt (sabuk pengaman) sambil berpikir membantu tubuh tetap pada kursi dan tidak terombang-ambing karena arus. Lepas sabuk segera setelah menemukan cara keluar hidup-hidup.
  5. Pecahkan Kaca. Jika masih mengapung dan membuka kaca masih memungkinkan maka lakukan. Memecahkan kaca secara perlahan diyakini praktisi mampu mengurangi volume air yang sedang masuk. Pilih ujung sudut kaca bagian bawah untuk diketuk menggunakan benda tajam dan tidak mengetuk di bagian tengah kaca. Bagian kaca depan / windshield pun akan sia-sia karena materialnya umumnya lebih tebal dan sulit dipecahkan ketimbang kaca samping. Benda tajam yang dimaksud bisa dengan pemecah kaca jika pengemudi sudah menyiapkan prosedur emergency atau bisa dengan menggunakan batang dari head restrain yang ada pada jok.
  6. Tetap Tenang. Ketika jalan keluar sudah ditemukan maka tetap tenang untuk selanjutnya memutuskan keluar. Jika ada penumpang upayakan cara yang sama, jika ada penumpang anak-anak minta mereka tetap di tempat karena prosedur keselamatan dimanapun mewajibkan anda selamat lebih dulu untuk selanjutnya menolong yang lain.

Cara-cara diatas semoga tidak terjadi ya. Naas kendaraan saat terparkir pun sudah tidak bisa lagi dihalang-halangi kecuali berharap asuransi akan meng-cover seluruh kerugian yang ada.

Selamat berupaya untuk selamat dari musibah. Untuk banjir Jakarta yang tengah melanda kita harapkan bisa cepat surut agar masyarakat dapat kembali ber-aktifitas seperti semula. (jess) | Foto : Line Today.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *