Jangan Asal Pakai Sarung Tangan untuk Sepeda Motor

Jakarta, KOMPAS.com – Sarung tangan merupakan perlengkapan berkendara sepeda motor yang tak kalah penting dengan helm. Kelengkapan keselamatan ini bersifat wajib karena tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019.

Dalam salah satu pasal yang juga dikhususkan untuk pengendara ojek online (ojol) itu, menyebutkan kelengkapan pengemudi, yakni jaket dengan bahan yang bisa memantulkan cahaya, celana panjang, sepatu, jas hujan, helm standar nasional Indonesia, serta sarung tangan.

Sarung tangan memiliki banyak kegunaan saat berkendara sepeda motor. Selain melindungi tangan dari sengatan sinar matahari, perlengkapan ini bisa melindungi tangan pengendara dari luka akibat gesekan atau benturan akibat kecelakaan, hingga dapat meredam guncangan, serta menambah kualitas pengendalian motor.

Gunakan Sarung Tangan saat Berkendara

Namun, bukan berarti semua sarung tangan cocok untuk digunakan saat berkendara sepeda motor. Sebab, jika asal menggunakan sarung tangan malah berpotensi menimbulkan risiko besar.

“Sarung tangan itu ibaratnya adalah kulit kedua si pengendara motor. Sehingga bila tidak pas seperti longgar atau licin (bukan kulit sintesis atau kain tebal tahan goresan) akan membuat gerakan menggenggam stang motor tidak maksimal,” jelas Instruktur Safety Riding, Andry Berlianto kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Menggunakan sarung tangan yang baik, seharusnya bisa meningkatkan rasa kenyamanan pengendara, grip di setang, hingga melindungi tangan ketika bergesekan dengan benda lain. Hindari memilih sarung tangan yang hanya menawarkan tampilan yang menarik, namun minim fungsi utama. Jenis sarung tangan ini biasanya dipilih para pengendara wanita, karena menarik dipandang.

“Jadi sarung tangan itu sangat tidak disarankan untuk digunakan. Karena menyulitkan pengendalian motor bila harus merespons sesuatu secara tanggap. Terlebih bila terjadi insiden, karena gerak tangan tidak bisa leluasa. Akhirnya, hanya menambah dampak untuk pengendara tersebut,” ujar Andry.

Andry juga menyarankan untuk pengendara yang masih sering menggunakan sarung tangan buntung atau setengah tertutup atau buntung untuk segera beralih. Pasalnya, sarung tangan jenis ini, sama saja menghilangkan fungsi keselamatan, sebagai salah satu dasar menggunakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.