Mengenal Hydroplaning (Bag. 2)

Setelah mengenal bagaimana kendaraan bisa mengalami Hydroplaning kini saatnya kita mengetahui bagaimana cara menghindarinya. Pengemudi harus proaktif untuk menggali informasi karena faktanya kecelakaan terjadi setiap detik, tak peduli itu soal Hydroplaning atau bukan. Salah satunya sempat viral di beberapa lini masa adanya mobil terguling di salah satu ruas jalan tol di Jakarta dan tergambar situasi licin permukaan yang tertangkap kamera dashboard kendaraan.

Berikut adalah tips menghindari terkena efek Hydroplaning :

  1. Pertahankan tekanan angin kendaraan secara ideal, seberapa tekanannya dapat dilihat pada stiker di panel pintu sebelah kanan pengemudi
  2. Rotasikan ban dan ganti saat diperlukan
  3. Kurangi kecepatan saat jalan licin dan basah
  4. Awasi jalan dan hindari genangan air
  5. Hindari mengemudikan di luar lajur mengemudi karena biasanya genangan air bertumpuk lebih banyak
  6. Ikuti alur jalur kendaraan di depan
  7. Matikan cruise control
  8. Mengemudi di gigi rendah
  9. Hindari pengereman secara keras / mendadak
  10. Jangan bermanuver berlebih seperti berbelok secara tajam.
View this post on Instagram

Beberapa hari yang lalu sempat viral adanya kecelakaan lalu lintas di salah satu ruas tol di Jakarta. Tampak beberapa sedan mewah mengalami kerusakaan setelah tergelincir di jalan yang diduga sedang licin. . Apa lesson learned di balik peristiwa tersebut? . 👉 Benar bahwa beberapa tipe dan jenis kendaraan diciptakan bahkan untuk berkecepatan tinggi, . 👉 Keliru jika dianggap penggunaan maksimalisasi kecepatan bisa dilakukan dimana saja. . 👉 Regulasi pembatasan kecepatan yang dibuat di jalan bukan tanpa alasan melainkan setelah melalui banyak tahapan dan pertimbangan, salah satunya adalah soal keselamatan. . 👉 Saat lintasan / permukaan licin akan ada efek hydroplanning saat ban kendaraan seolah terbang di atas sebuah kaca dan tidak punya genggaman sempurna ke aspal. Saat pengemudi tidak tau apa yang harus dilakukan maka kecelakaan adalah opsi terbaik untuk mencobanya. . Tiga faktor kecelakaan salah satunya adalah faktor manusia, selain lingkungan dan kendaraan. . Jangan pernah menyuarakan "mobilnya tergelincir, jalanannya licin sih!" atau "ban-nya payah ga bisa napak sempurna pas ngebut!".. . . Hey ….yang di belakang kemudi itu kamu, sang pengemudi yang punya peran penting memutuskan segala sesuatunya agar menjadi aman tidak merugikan diri sendiri, juga orang lain. . Bisa donk #NyetirLebihBaik ? . #badmendrivers #badwomendrivers #baddrivers #pengemudi #driver #roadaccident #viralkan #viralvideos #videokecelakaan #videoviral #hydroplaning #aquaplanning #instavid . . #safetyquote #safetytips #amanberkendara #berkendaraaman #safetyriding #safetydriving #ridingsafety #drivingsafety #roadsafetytozeroaccident . Jangan lupa Follow serta Nyalakan Notifikasi untuk @nyetirlebihbaik #NyetirLebihBaik bersama #4LifeIndonesia #4Lifesafety #drive4lifeid #ride4lifeid #ROADScheme

A post shared by #nyetirlebihbaik (@nyetirlebihbaik) on

Nah dengan begitu kamu sekarang lebih bisa mewaspadai segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Ini penting karena dengan bersikap proaktif dan “educated” kamu sudah berperan dalam pengurangan angka kecelakaan di jalan raya. Sepakat? (jess) | Foto : Google. Disadur dari Safemotorist(dot)com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *