Saat Berkendara Maksimalkan Peran Mata (Bag. 1)

Sebenarnya seberapa jauhkah mata kita dapat memandang? Secara ajaib sebenarnya mata telanjang manusia mampu melihat objek terjauh bahkan hingga 2.5 juta tahun cahaya setara dengan jarak Bumi ke galaksi Andromeda. Dengan kemampuan tersebut mata tampak menakjubkan ya. Bagaimana jika situasi nya berpindah ke dalam sebuah jalan raya yang gerakan perubahannya amat sangat dinamis. Berikut adalah tips memandang situasi di depan saat berkendara mengadopsi apa yang biasa disebut di dunia internasional yaitu the Smith System.

  1. AIM HIGH IN STEERING. Pandanglah sejauh mata bisa memandang. Hindari melihat ke hanya satu titik fokus saja karena hal tersebut akan memampu mematok mata dan menjauhkan proses antisipasi. Saat berada di belakang kemudi, apapun kendaraannya, hindari melihat titik terdekat misal melihat ke bemper kendaraan di depan atau melihat ban belakang kendaraan di depan. Cara melihat seperti ini akan menghilangkan kemampuan mata untuk melihat jauh dan terjebak dalam satu titik fokus. Lihat hingga empat bahkan lima kendaraan di depan dan biasakan mata tetap bergerak (baca poin 3).
  2. GET THE BIG PICTURE. Tangkap semua objek di sekeliling dengan baik dan mulailah mempelajari satu per satu objek tersebut apakah membahayakan untuk kita atau tidak. Tangkap objek secara luas dan ambil sikap antisipatif. Biasakan memeriksa sekeliling melalui kaca spion setiap 5 hingga 8 detik sekali. Biasakan memaksimalkan peran mata hingga melihat ke titik terjauh sekalipun, baik ke arah depan maupun belakang, samping kiri maupun kanan.

Video yang sempat kami post di Instagram berikut adalah contoh bagaimana seorang pengendara gagal melakukan antisipasi terhadap situasi di depannya meskipun saat itu objek di depan matanya terlihat.

Dari sana sudah bisa disimpulkan bahwa peran mata harus ekstra di maksimalkan. Seperti apa lagi perannya?

(BERSAMBUNG …), (Jess) | Foto : Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *