Tips Aman Mendahului Kendaraan

Mendahului – atau masyarakat +62 lebih suka menyebutnya “menyalip” – adalah sebuah proses yang sebenarnya tidak mudah. Tidak mudah karena banyak sekali elemen yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk mendahului. Kita yang mungkin sering melihat pengendara ragu-ragu tentunya harus mahfum karena mungkin pengendara tersebut punya banyak pemikiran sebelum memutuskan.

Dari laman ayobandung(dot)com , berita mengenaskan muncul dari lalu lintas Jl Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dimana seorang pengendara sepeda motor wanita menemui ajalnya ketika tubuhnya di lindas truk saat korban mencoba mendahului. Berikut adalah tips mendahului kendaraan lain dan bisa kamu pikirkan matang-matang sebelum memutuskan.

  1. Pastikan lajur mendahului aman untuk dilewati. Caranya dengan sedikit bergerak ke kanan dan melempar pandangan jauh ke depan. Perhatikan apakah ada kendaraan lain yang melintas di lawan arah, apakah objek pembatas jalan antara dua lajur atau mungkin apakah ada hambatan seperti jalan bergelombang atau rusak. Ingat, artikel sebelumnya menulis tentang kehebatan daya pandang manusia yang jarang digunakan.
  2. Pentingkah untuk mendahului ? Jika dirasa tidak cukup penting, tidak buru-buru atau hambatan di depan mungkin menyulitkan penting untuk memutuskan untuk membatalkan mendahului. Banyak pengendara yang merasa over pede saat mendahului yaitu dengan menggeber gas kencang-kencang bahkan melakukan aksi jual mara bahaya dengan menggunting kendaraan yang didahului agar bisa cepat masuk ke lajur awal.
  3. Aman. Caranya ya dengan memastikan seluruh variabel-nya aman untuk dilakukan. Pertama, kendaraan memang layak terutama dari sisi tenaga untuk mendahului. Kedua, pengendara punya cukup kemampuan mengatasi masalah jika di tengah proses mendahului terjadi sesuatu. Ketiga, mainkan komunikasi dengan kendaraan yang ingin didahului dengan menyuarakan friendly tap alias klakson singkat 2x.
  4. Prosedur mendahului dapat dipaparkan per bagian menjadi, gerakkan motor ke kanan, pantau lajur sendiri dan lajur apakah aman, toleh sekilas, jika aman langsung buka gas dan suarakan klakson dan segera ber-akselerasi. Saat ingin kembali ke lajur pastikan lajur awal aman dari kendaran, toleh sekilas ke kiri, jika ingin mengetahui seberapa aman tengok spion apakah ban depan kendaraan di belakang sudah bisa terlihat. Kembali ke lajur awal. Hindari menggunting tiba-tiba.

Kasus kecelakaan pada artikel yang disebut di atas tentunya bisa jadi pembelajaran dimana ketidaksiapan dan ketidaksigapan bisa jadi awal malapetaka. Musibah memang terjadi tapi kecelakaan tetap punya alur untuk bisa dihindari melalui metode aman berkendara. Stay safe di jalan dan mengemudilah dengan kualitas #NyetirLebihBaik apapun jenis kendaraannya. (jess) | Foto : ayobandung(dot)com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.