Tips Mengemudi Mobil Matik di Tanjakan

Mengemudikan kendaraan dan bertemu tanjakan kerap jadi momok menakutkan bagi sebagian pengemudi. Khawatir kendaraan tak kuat nanjak, mati mesin hingga “ngglundung” ke bawah. Lalu apa-apa saja yang mesti diperhatikan saat mengemudikan kendaraan di jalan menanjak? Berikut adalah beberapa tips seperti kami lansir dari media Kumparan yaitu tips teknik mengemudi di tanjakan, sorotan kali ini fokus pada mobil matik ya.

Penting untuk mengetahui medan yang akan di lewati, sederhananya bisa survey melalui peta digital yang sudah banyak tersedia. Dari peta tersebut mudah diketahui model jalan sehingga pengemudi bisa melakukan antisipasi dari awal.

  1. Tanpa adanya perpindahan seperti pada transmisi manual, transmisi matik menggunakan kode D atau DRIVE agar kendaraan bisa melaju. Kondisi D dapat dipakai di jalan perkotaan yang datar hingga bahkan saat landai dengan tingkat kemiringan kurang dari 30 derajat. Di transmisi D ini kinerja transmisi masih cukup kuat mendongkrak tenaga kendaraan dalam melahap tanjakan landai dan panjang. Awasi jika mulai curam.
  2. Saat terbaca mulai curam bisa dengan mengganti transmisi ke yang lebih rendah seperti D2, D1 atau L. Kode huruf di tiap pabrikan kendaraan kadang berbeda. Cermati perbedaannya. Makin rendah transmisi tentunya berurusan dengan gali torsi. Ingat bahwa torsi itu berbeda dengan tenaga kuda (horsepower) ya.
  3. Injak pedal secara halus dan tidak mendadak. Mempertahankan irama RPM itu penting agar kendaraan masih dalam batas eco-driving alias tidak memuntahkan tenaga secara percuma.
  4. Berapa sih RPM-nya saat menguji keberuntungan di tanjakan? Pertahankan putaran mesin di 3000 sd 5000 rpm (revolution per minute).
  5. Jaga jarak aman alias “safe distancing”. Tidak mau kalah dengan istilah “social distancing”, jarak aman antar kendaraan ini jadi penting agar saat ada masalah dengan kendaraan di depan maka kita masih punya ruang dan waktu untuk ber-manuver serta menghindari terjebak dalam kesulitan. Jangan lupa cek sekitar saat hendak banting stir ya.

Nah sebenarnya transmisi manual tidak berbeda jauh, tetap sama dalam urusan bermain di transmisi rendah tapi kaki diminta ber-koordinasi dengan baik antara menjaga mesin tidak mati dan kendaraan tidak loncat. Selamat mencoba. (jess) | Foto : Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.