10 Hal Krusial yang Penting Untuk Diketahui Sebelum Kamu Mengemudi Saat Hujan

Mengemudi dalam kondisi hujan dapat menjadi salah satu hal sulit yang ditemui oleh pengemudi. Menjadi sulit karena medan yang tentunya berbeda dengan kondisi saat kering. Lalu hal-hal apakah yang penting untuk diketahui sebelum kamu mengemudi saat hujan. Berikut adalah 10 hal krusial yang penting untuk kamu ketahui sebelum kamu mengemudi saat hujan seperti disadur dari laman driving-tests.org.

  1. Tunggu hingga cuaca membaik. Jika merasa kurang nyaman dan perjalanan dapat ditunda maka tunggulah hingga cuaca membaik. Tidak ada alasan bagi kamu untuk menaikkan tingkat risiko dengan memaksakan mengemudi dalam kondisi jalanan basah akibat hujan.
  2. Lakukan cek terhadap kesiapan kendaraan. Kesiapan menjadi penting dengan melakukan cek terhadap lampu utama, lampu belakang hingga kinerja wiper yang harus baik. Perhatikan pula secara seksama kualitas ban atau roda yang ada. Tapak dan alur ban wajib dalam keadaan baik untuk melaksanakan tugasnya menembus jalanan basah.
  3. Kurangi kecepatan. Kamu bukanlah “the rain master” Michael Schumacher, perhatikan kecepatan dan mengemudilah di bawah batas kecepatan saat kondisi normal. Jalanan yang basah amat berbahaya dimana waktu reaksi mekanis dapat bekerja lebih lambat ketimbang dalam keadaan normal.
  4. Nyalakan lampu utama. Meski sudah otomatis tapi pastikan kembali kinerja dan kilau lampu mumpuni untuk jadi senjata bertahan saat hujan. Nyala lampu yang baik dapat meningkatkan visibilitas kamu dan kendaraan di mata kendaraan lain.
  5. Aktifkan wiper dengan baik dan benar. Periksa kondisi karet wiper dan kinerja-nya. Dalam kondisi hujan deras jangan sesekali mematikan wiper yang dapat seketika membutakan mata karena kaca depan terhalang derasnya aliran air.
  6. Jaga jarak aman antar kendaraan. Jika dalam keadaan normal jarak aman antar kendaran adalah 2 detik maka kalikan dua atau tiga untuk mendapatkan jarak aman dalam situasi darurat. Butuh waktu ekstra bagi sistem pengereman untuk melakukan tugasnya dalam kondisi hujan atau basah.
  7. Hindari rem mendadak. Aktifitas pengereman adalah aktifitas yang direncanakan, bukan dilakukan dengan skenario dadakan. Jika memiliki fitur Cruise Control maka matikan agar perhatian kamu terhadap gas dan rem dapat lebih fokus.
  8. Perhatikan genangan air. Situasi kendaraan melintas di atas genangan air punya potensi terjadi “hydroplanning”. Ini adalah situasi yang terjadi saat traksi hilang dan terjadi slip di atas permukaan jalan. Perhatikan kecepatan, turunkan kecepatan adalah hal bijak.
  9. Perhatikan akselerasi saat ada potensi Hydroplanning. Hydroplanning sendiri menjadi skenario kecelakaan yang kerap terjadi saat hujan karena kondisi tersebut kerap membuat pengemudi lepas pengendalian. Jika sedang dalam situasi terkena Hydroplanning maka lepaskan pijakan kaki dari pedal gas, konsentrasi pada pengendalian kemudi untuk mengarahkan kendaraan ke titik yang kamu tuju. Hindari melakukan olah kemudi mendadak yang dapat membuat kendaraan berbelok dan hindari menginjak keras pedal rem. Kamu bisa jungkir balik.
  10. Pastikan ventilasi baik. Kondisi lembab dapat meningkat seiring terjadinya hujan dan efeknya di dalam kendaraan. Kaca bisa berembun dan tombol Defogger bisa kamu aktifkan untuk menghilangkan hambatan penglihatan akibat embun. Jika situasi memburuk dan penglihatan terhalang maka menepilah untuk menghilangkan risiko kecelakaan yang mungkin saja terjadi.

Melakukan skenario bertahan (Defensive) dengan tidak mengemudi saat hujan adalah hal sederhana meski banyak pengemudi kerap memutuskan tetap mengemudi dengan tingkatan risiko yang semakin naik. Perhatikan tentang mengurangi batas kecepatan dan nyalakan lampu dengan kondisi yang baik karena dua cara tersebut bisa efektif dalam mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas dalam situasi hujan. \tiff | Foto : Googleimages

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.