Belajar dari Kesalahan Saat Kecelakaan

Sesungguhnya ada dua tipe pengendara sepeda motor, mereka yang telah celaka (jatuh dari motor) dan mereka yang akan jatuh dari motor. Suka tidak suka, bagi pengendara sepeda motor jatuh dari motor adalah konsekuensi berkendara. Bisa jadi jatuh dari motornya hanya sekedar “jatuh bego” di lahan parkir bahkan mungkin yang lebih buruk yaitu kecelakaan di jalan raya. Semua adalah risiko berkendara. Tidak bisa tidak. Berikut adalah tipe belajar dari kesalahan saat berkendara, sebuah analisa paska kecelakaan seperti kami sadur dari laman rideapart.com.

Ketika terjadi kecelakaan, apa sih reaksi kita? Kecelakaan tadi bisa menjadi hal yang memalukan atau justru jadi pembelajaran / pengalaman yang demikian berharga. Semua pengendara sepeda motor tentunya bukanlah individual yang sempurna, pelajari segala aspek dengan memperhatikan pertanyaan “mengapa bisa terjadi”, apa yang bisa yang bisa kita cegah dan dapatkah kita minimalisir cedera, apa yang bisa kita lakukan sebelumnya agar hasilnya bisa berbeda dan bagaimana peran perangkat keselamatan berkendara kita dalam kejadian “crash” tersebut.

Apa yang sudah terjadi? Barangkali soal mobil yang tidak terpantau saat keluar dari lahan parkir atau barangkali kamu tergelincir pasir yang bertebaran di pojokan jalan. Seringkali kita dapat melihat bakal ada kecelakaan yang terjadi akibat pergerakan kita. Semakin kita dapat menganalisa semakin kita dapat mempelajari antisipasi apa yang bakal kita lakukan di kemudian hari, bisa dalam hal antisipasi cuaca, kondisi jalan hingga pola lalu-lintas.

Apa yang kita lewatkan? Barangkali kita melewatkan objek bergerak di sekitar kita yang ternyata bisa jadi menuju titik yang sama dengan arah kita berkendara. Barangkali kita lupa tidak melakukan pemeriksaan kondisi ban sehingga saat basah justru ban kita yang sudah kehilangan grip akibat usia pakai bisa jadi pemicu kecelakaan. Biasanya kecelakaan terjadi akibat adanya pertemuan dari ragam kesalahan dan kekeliruan baik dari sisi kamu sendiri atau pengguna jalan yang lain. Mencari kesalahan dari orang lain bisa jadi memang ada tapi kesalahan tetap ada pada diri sendiri yang gagal melakukan antisipasi. Kecelakaan terjadi akibat gagalnya antisipasi.

Apa yang dapat membantu? Full face sudah pasti bisa kasi peran saat kepala terpaksa menghantam aspal dengan keras. Jaket bisa menjadi penyelamat kamu dari potensi cedera akibat gesekan dengan aspal yang berlebih. Celana panjang dengan bahan keras dapat bantu kamu agar dengkul yang demikian berharga tidak lantas remuk atau terluka. Fitur sabuk pengaman bisa jadi penahan kamu saat adanya potensi kamu terlontar keluar saat kendaraan terguling.

Melakukan analisa paska kecelakaan yang kita alami, apapun bentuk kecelakaannya dapat menjadi pembelajaran berharga menuju kualitas pengendara yang antisipatif atau yang lebih dikenal dengan “defensive rider/driver“.

Tapi apakah melakukan analisa paska kecelakaan sudah jadi “habit” yang baik bagi pengguna kendaraan di Indonesia? Tampaknya belum tapi perlahan kita harus berangkat kesana menjadi pengendara yang mampu menganalisa cara kita berkendara atau mengemudi setiap hari agar di hari berikutnya risiko kecelakaan dapat kita kurangi. \dev | Foto : Googleimages

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.