Saat musim hujan datang tiba-tiba istilah HYDROPLANING mengemuka. Jadi tren saat jadi tips berkendara di beberapa media. Lalu apa sebenarnya Hydroplaning itu dan bagaimana kita dapat menghindarinya? Suka tidak suka hydroplaning dapat berakibat buruk, saat terjadi salah penanganan kecelakaan ber-kategori Rollover bahkan dapat terjadi seketika. Ini buruk. Sangat buruk.
Kata Hydroplaning mengacu pada proses terjadi SLIP atawa SKID pada kendaraan saat melintas permukaan yang licin dan basah. Ini terjadi karena ban kendaraan tidak percaya diri saat menghadapi air lebih dari biasanya. Tekanan air dari bagian depan menyeruduk masuk bagian bawah tapak ban dan memaksa ban kehilangan traksi (pegangan ban ke aspal). Hasilnya, kendaraan lalu kehilangan kendali, daya rem hingga kontrol kekuatan.

Tanpa sadar sebenarnya 10 menit pertama dari hujan deras yang turun saat berkendara menjadi momen berbahaya. Aspal yang tadinya kering mendadak basah dan membentuk genangan. Saat air hujan menyentuh aspal dan bercampur dengan banyak elemen yang sudah lebih dulu melekat di aspal bisa membuat efek licin dan bisa jadi kendaraan yang tengah berkecepatan sedang (bahkan tinggi) kaget dan mengakibatkan efek tergelincir.
Bagaimana kah seharusnya kita menghindari efek Hydroplaning ini ? Akan kami paparkan di bagian kedua artikel ini. (jess) | Foto : Google. Disadur dari Safemotorist(dot)com